>
Liputan6.com, Beijing: Tingkat ekonomi yang terus membaik, membuat para wanita di Cina makin konsumtif terhadap barang-barang mewah. Salah satu buktinya, wanita di Cina membeli mobil Ferrari empat kali lebih banyak daripada wanita di barat. Tahun lalu, Ferrari menjual 220 unit di Cina dimana 44 diantaranya dibeli oleh para wanita.
“20 persen pembeli kita di Cina adalah wanita, sedangkan di belahan dunia lain kurang dari lima persen,” ujar CEO Ferrari, Amedeo Felisa seperti dikutip oleh Goauto.com.
Para wanita pembeli Ferarri di Cina rata-rata usianya 10 tahun lebih muda ketimbang konsumen wanita di barat. Mereka adalah wanita modern yang berhasil pengusaha sukses. “Di Cina, Anda memiliki banyak wanita dan menjalankan bisnis dengan tangguh dan mereka punya uang untuk membeli Ferrari”, tambah Felisa.
Felisa mengakui, pasar Cina yang berkembang mampu menutup penurunan omset penjualan Ferarri di pasar Amerika Utara dan Eropa yang tersendat, bahkan sebelum krisis keuangan global.
Kondisi pasar ini pulalah yang mendorong Ferarri melakukan peluncuran produk terbarunya Ferrari GTO 599 pada acara Beijing Motor Show 2010, Jum’at (23/4). Mobil ini diproduksi terbatas hanya 600 unit.
Ferarri GTO 599 dibekali mesin 6.000 cc V12 yang mampu menyemburkan tenaga hingga 661 bhp pada 8.250 rpm dan torsi 620 Newton meter pada 6.500 rpm. Mobil ini mampu melesat dari posisi 0 – 100 km per jam hanya dalam waktu 3,35 detik, dengan kecepatan maksimum hingga 335 km per jam.
Di pasar Asia-Pasifik tahun lalu Ferrari mencatat angka penjualan sekitar 500 mobil setahun. Cina, termasuk Taiwan dan Hong Kong, adalah pasar terbesar Ferrari. Lebih dari 220 unit mobil yang dijual melalui 10 dealer di Cina dengan angka penjualan 150 unit di Hong Kong dan 50 unit mobil di Taiwan.(Autoevolution/MLA)